Jumat, 11 Maret 2016

Membandingkan Sesuai Takarannya.

pernah dengan kasus Bu Susi dan Bu Atut?
Membandingkan bu Susi (merokok dan tato, berpendikan SMP) sebagai pengusaha hebat. VS bu Atut (berjilbab. sopan, pendidikan tinggi) dengan kasus korupsinya, itu sangan tendensius dan tidak apple to apple.
kenapa menyalahkan jilbabnya?
kenapa menyalahkan santunnya?
kenapa menyalahkan pendidikan tingginya.?

Karena kita berharap saudara-saudara, teman-teman, keluarga kita akan jadi orang sukses yang jujur dan tidak korup serta akhlaknya baik, senantiasa menuruti perintah agama dan santun.

Kalau mau Apple to Apple, Bandingkanlah bu Susi dengan orang penjambret yang Bertato dan merokok misalnya. Lalu berikan ilustrasi dan pencerahan agar penjambret itu bisa berprestasi seperti bu Susi, agar preman tersebut lebih baik meskipun dia Bertato, Merokok dan cuma tamatan SMP.
Kalau mau Apple to Apple, bandingkan bu Atut dengan bu Risma (walikota Surabaya) yang berjilbab dan berprestasi serta anti-korupsi. sehingga para pejabat berjilbab dan berpendidikan tinggi yang lain tidak melepas jilbabnya hanya karena dituduh pencitraan padahal korup, Sehingga para pejabat berjilbab lain semangat memberi kontributif melayani rakyat sesuai amanah jabatannya seperti bu Risma.

Tolong...
Jangan ajarkan kami, generasi muda menjadi Persimif  yakni :
Tak apa melanggar syariat, tak berjilbab, melukis tato asal sukses pintar dan tidak korupsi.
Tak apa tak ber-Islam menjadi pemimpin asal tegas dan tidak korupsi.
Tak usahlah mengurusi / peduli ahlak buruk pejabat asal tak korupsi, meski ahlak buruknya terpampang tetap saja menjadi sajian berita yang dapat ditiru semua.

Sedikit-sedikit kami digiring untuk menerima "pembenaran" terhadap "tak sesuai syariat" asal tak korupsi, pandai dan "sukses"
Kami tidak ingin ada ruang bagi para pencela agama kami melalu celah-celah seperti ini. seolah-olah berkata benar padahal isinya adalah hinaan terhadap syariat islam.

Waktu masih Kecil Papah pernah membacakan tafsir surah Al-baqarah ayat 42, kemudia Kata-kata Ayah saya yang selalu saya ingat sampai sekarang adalah :

"maka dari itu hati-hati nak, jangan sampai kamu mencampur adukkan perkara yang haq dan yang bathil."



-Linimasa Tumbrl http://arifahbunga.tumblr.com/post/101391550993 -